
KUNINGAN – Kawasan perbukitan di sepanjang Jalan Baru Eyang Hasan Maolani, Lingkar Timur Kuningan, yang dikenal sebagai Bukit Kembar, akan segera mengalami transformasi besar. Lahan hijau yang asri seluas 22 hektare di wilayah ini telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan dua pabrik sepatu berskala besar.
Rencana strategis ini mencakup area yang bersinggungan langsung dengan tiga desa, yakni Desa Dukuhdalem, Desa Sindangbarang, dan Desa Ciniru. Meskipun alih fungsi lahan ini memicu kekhawatiran akan berkurangnya kawasan resapan dan vegetasi, respons positif justru datang dari pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Kepala Desa Dukuhdalem, Juhari, membenarkan bahwa wilayahnya menjadi titik krusial dalam mega proyek ini. Menurutnya, dari tiga desa yang terlibat, porsi lahan terbesar yang akan digunakan untuk kawasan industri tersebut berada di Desa Dukuhdalem.
“Proyek ini memang berada di perbatasan tiga desa: Dukuhdalem, Sindangbarang, dan Ciniru. Namun, secara luasan, kontribusi wilayah paling banyak ada di Dukuhdalem,” jelas Juhari saat ditemui di kediamannya, Jumat (2/10/2026).
Sejauh ini, proses pembebasan lahan sebagai tahapan awal pembangunan dilaporkan berjalan lancar. Warga pemilik lahan di ketiga desa tersebut telah mulai menerima pembayaran uang muka atau Down Payment (DP) sebagai tanda kesepakatan jual beli.
Berdasarkan data pemetaan, di Desa Sindangbarang sekitar sembilan hektare lahan yang terbagi dalam 109 bidang milik warga telah masuk dalam tahap pembayaran ini. Selain itu, 30 bidang tanah warga Desa Ciniru juga telah dibebaskan. Angka terbesar tercatat di Desa Dukuhdalem, dengan 146 bidang tanah yang telah menerima DP.
Lebih lanjut, Juhari menekankan bahwa mayoritas warga menyambut antusias kehadiran investasi ini. Optimisme masyarakat tumbuh karena kehadiran dua pabrik sepatu tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga dalam jangka panjang.
“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat positif. Banyak yang bersyukur dan menaruh harapan besar agar industri ini dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup warga di masa depan,” pungkasnya.
Dengan dimulainya tahapan pembebasan lahan ini, wajah kawasan Bukit Kembar dipastikan akan segera berubah dari area hijau menjadi zona industri baru di Kabupaten Kuningan. (Redaksi: Lala Komala)